Mediamassa.id – Street Players (SP) BMX Garut mulai menyiapkan rangkaian kegiatan menuju perayaan anniversary ke-24 yang akan menandai perjalanan komunitas BMX Freestyle tersebut sejak berdiri pada 2002. Mengusung semangat Keep the Ride Alive, perayaan anniversary SP tidak hanya diarahkan sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan generasi, merayakan perjalanan komunitas, sekaligus mendorong regenerasi BMX Freestyle di Garut.
Street Players didirikan pada 2002 oleh Bayu Ningrat dan Gisni Arya Niti. Selama lebih dari dua dekade, SP berkembang menjadi salah satu ruang tumbuh bagi rider BMX Freestyle di Garut. Perjalanan tersebut tidak hanya menghasilkan komunitas, tetapi juga melahirkan sejumlah rider yang kemudian mencatat prestasi di tingkat lokal, regional hingga nasional.
Bayu Ningrat sendiri pernah mencatat prestasi sebagai juara tingkat ASEAN. Sementara dari generasi berikutnya, sejumlah rider SP juga terus menunjukkan perkembangan. Ahmad Syauqi meraih medali emas pada FORNAS 2023, sedangkan Rifda Safinatunnajah mencatat prestasi beruntun dengan meraih emas Kejurnas BMX Freestyle 2022, emas kategori Women pada FORNAS 2023, serta emas Kejurnas 2024 dan 2025.
Regenerasi tersebut terus berlanjut. Pada Kejurnas BMX Freestyle 2026 yang berlangsung di Bedas Extreme Sport Park, Kompleks Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, 25–26 Juli 2026, dua rider asal Garut, Atsyal Moch Rajab dan Aurellia Caltha Acmela, kembali membawa nama Garut ke podium nasional. Atsyal tampil sebagai juara Men Park Junior, sementara Aurellia meraih prestasi pada kategori Women Park Junior.
Bagi SP, capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang ingin kembali dihadirkan dalam momentum anniversary tahun ini.

"Konsep kegiatan tidak berhenti pada kompetisi BMX, tetapi dirancang untuk menggabungkan unsur olahraga, sejarah komunitas, edukasi dan kultur jalanan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan BMX Freestyle," jelas Bayu, Jumat (11/9/2026).
Rangkaian acara yang tengah disiapkan antara lain BMX Freestyle Competition, Best Trick, High Bunny Hop, Cash for Trick, BMX Best Style, SP Legends Session, Old School Jam, BMX Clinic, Community Ride, BMX Bike Show serta ruang Music & Street Culture. SP juga berencana menghadirkan History Wall yang memuat foto, poster, memorabilia dan dokumentasi perjalanan komunitas sejak 2002.
"Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mempertemukan rider dari berbagai generasi. Rider senior yang ikut membangun SP sejak masa awal dapat kembali berbagi pengalaman dengan generasi yang sekarang," kata Bayu.

"Selain itu, rider muda memperoleh ruang untuk menunjukkan kemampuan dan mengenal sejarah komunitas yang menjadi bagian dari perkembangan BMX Freestyle di Garut," lanjutnya.
Bayu sebelumnya menilai keterbatasan fasilitas tidak seharusnya menjadi alasan bagi rider BMX Garut untuk berhenti berkembang.
"Prestasi yang diraih para rider menunjukkan bahwa potensi BMX Garut cukup besar dan masih dapat dikembangkan apabila didukung fasilitas serta sarana-prasarana yang memadai," katanya.
Semangat itulah yang hendak dibawa dalam Road to Anniversary SP. Dua puluh empat tahun perjalanan diposisikan bukan semata sebagai angka, melainkan sebagai momentum untuk melihat kembali apa yang telah dibangun, siapa saja yang pernah menjadi bagian dari perjalanan tersebut, dan bagaimana BMX Freestyle Garut dapat terus tumbuh pada masa mendatang.
"Annniversary SP diharapkan tidak hanya menjadi perayaan bagi para rider dan komunitas BMX, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara olahraga, kreativitas, sejarah dan kultur anak muda. Dari perjalanan yang dimulai pada 2002, SP ingin memastikan bahwa semangat untuk terus mengayuh, berlatih dan berkarya tetap hidup di generasi berikutnya," pungkas Bayu.
Keep the Ride Alive. (*)