• 07 Feb, 2026

Dari Radio ke Jalanan: Aris Kharisma Hadir di Sharing Session Bawah Tanah Fest 2026

Dari Radio ke Jalanan: Aris Kharisma Hadir di Sharing Session Bawah Tanah Fest 2026

Aris Kharisma Isi Sharing Session Bawah Tanah Fest Chapter 1 – 2026

Mediamassa.id — Bawah Tanah Fest Chapter 1 – 2026 tidak hanya menghadirkan panggung bagi band-band bawah tanah, tetapi juga membuka ruang berbagi pengalaman melalui sesi Sharing Session. 

Salah satu pengisi sesi tersebut adalah Aris Kharisma, figur yang telah lama dikenal di skena bawah tanah Garut sebagai MC acara kolektif noise sekaligus pelaku skena lintas era.

Bagi Aris, skena bawah tanah bukan sesuatu yang lahir tiba-tiba. Ia tumbuh dari pertemuan-pertemuan kecil, dari nongkrong panjang, dan dari ruang-ruang alternatif yang dibangun bersama. 

Ia kerap menyebut bahwa sejak pertengahan 1990-an, sekitar 1995, skena Garut sudah mulai menemukan bentuknya—meski belum diberi label seperti sekarang.

Perjalanan Aris di skena semakin kuat ketika ia terlibat langsung dalam dunia radio. Pada periode 1999 hingga 2005, Aris menjadi punggawa program Tri FM Distortion, acara musik keras yang rutin mengudara di Radio Tri FM Garut.

Program ini dikenal sebagai acara musik keras pertama di Garut yang konsisten mengangkat punk, hardcore, metal, hingga noise ke ranah publik.

“Radio pada masa itu menjadi medium yang sangat penting. Bukan hanya untuk memutar musik, tetapi untuk membuka akses dan membangun keberanian. Radio adalah cara menyiasati keterbatasan, agar musik bawah tanah bisa sampai ke telinga lebih banyak orang tanpa harus menunggu panggung besar atau legitimasi industri,” katanya.

Selain aktif di udara, Aris juga hadir di ruang-ruang fisik pertemuan skena. “Jalan Siliwangi menjadi salah satu titik yang lekat dengan ingatan pelaku skena Garut—tempat para scenester Garut berkumpul, berdiskusi, bertukar referensi, dan merencanakan acara secara spontan. Dari ruang nongkrong semacam itu, banyak gagasan kolektif lahir dan terus bergerak,” ujarnya.

Dalam Sharing Session Bawah Tanah Fest nanti, Aris akan berbagi cerita tentang bagaimana skena dijaga melalui konsistensi dan rasa memiliki. 

“Kekuatan skena tidak terletak pada seberapa besar acaranya, tetapi pada kemauan untuk terus hadir, saling mendukung, dan membuka ruang bagi generasi berikutnya,” kata dia.

Bawah Tanah Fest sendiri digagas oleh kolektif yang berasal dari lingkaran skena yang sama—orang-orang yang tumbuh dari kebiasaan nongkrong, diskusi, dan kerja kolektif. 

Bagi Aris, festival ini bukan sekadar acara musik, melainkan kelanjutan dari perjalanan panjang skena Garut yang telah berjalan puluhan tahun.

Melalui sesi berbagi ini, Aris berharap pengalaman masa lalu dapat menjadi referensi bagi pelaku skena hari ini. “Bukan untuk mengulang romantisme, tetapi untuk memahami bahwa skena bawah tanah dibangun lewat proses panjang, kerja bersama, dan komitmen menjaga ruang,” pungkasnya.

Kehadiran Aris Kharisma di Sharing Session Bawah Tanah Fest Chapter 1 – 2026 menjadi pengingat bahwa di balik kebisingan panggung, ada sejarah, ada medium alternatif seperti radio, dan ada ruang-ruang kecil yang selama ini menjaga skena tetap hidup. (*)

Arvilla Leffler

Alice. 'And be quick about it,' said Alice, 'we learned French and music.' 'And washing?' said the.