Mediamassa.id – Di balik senyum Aurellia Caltha Acmela saat berdiri di podium tertinggi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX Freestyle 2026, tersimpan perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah kebiasaan sederhana: mengikuti sang ayah ke skatepark.
Remaja yang kini duduk di kelas XII TKF 2 (Teknologi Farmasi) SMKN 1 Garut itu berhasil menjadi juara pada kategori Women Park Junior, membuktikan bahwa pelajar asal Garut mampu bersaing di tingkat nasional. Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan di salah satu sekolah kejuruan terbesar di Garut, Aurellia tetap konsisten membagi waktu antara belajar dan berlatih BMX Freestyle.

Jauh sebelum namanya dikenal sebagai juara nasional, Aurellia hanyalah seorang anak yang sering menemani ayahnya, seorang rider BMX, menghabiskan waktu di arena latihan.
"Dulu papa saya juga rider BMX. Saya sering diajak ke skatepark. Dari situ saya jadi tertarik, lalu minta diajari bermain BMX," kenangnya.
Tanpa disadari, kebiasaan kecil itu menjadi awal perjalanan yang kini mengantarkannya menjadi salah satu atlet BMX Freestyle putri terbaik di Indonesia.
Menembus Batas sebagai Atlet Perempuan
Menjadi atlet perempuan di cabang olahraga ekstrem bukan perkara mudah. Aurellia mengaku harus menghadapi tantangan yang tidak sedikit, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga perjuangan membangun rasa percaya diri.

Menurutnya, lingkungan latihan yang belum memadai membuat perkembangan kemampuan atlet menjadi tidak maksimal.
"Fasilitas yang minim membuat kami sulit mengembangkan skill. Kadang juga rasa aman dan nyaman saat latihan berkurang. Akibatnya motivasi bisa turun dan lebih mudah menyerah," ujarnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar mimpi.
Pernah Ingin Menyerah
Aurellia mengakui ada masa ketika ia sempat mempertanyakan apakah perjuangannya layak diteruskan. Jarak menuju tempat latihan yang cukup jauh ditambah minimnya dukungan terhadap BMX Freestyle sempat menguras semangatnya.
"Tentu pernah ingin menyerah. Dukungan yang kami rasakan masih kurang, fasilitas juga jauh. Tapi yang membuat saya bangkit lagi adalah orang tua dan teman-teman satu tim BMX."
Dukungan itulah yang membuatnya terus datang ke arena latihan, berulang kali mencoba trik, terjatuh, bangkit, lalu mencoba lagi.
Berlatih dengan Segala Keterbatasan
Menjelang Kejurnas BMX Freestyle 2026, Aurellia mempersiapkan diri bersama ayahnya sendiri dan rekan sesama atlet, Atsyal Moch Rajab.
Mereka tidak memiliki fasilitas latihan yang ideal. Namun, keterbatasan itu tidak dijadikan alasan untuk mengurangi intensitas latihan.
"Saya tetap berlatih semaksimal mungkin walaupun fasilitasnya kurang."
Kerja keras tersebut akhirnya terbayar ketika namanya diumumkan sebagai juara nasional.
Juara Hanya Lima Menit, Bangga Selamanya
Aurellia masih mengingat jelas momen ketika dirinya dinyatakan sebagai juara.
Ia mengaku tidak menyangka bisa berdiri di podium tertinggi.
"Saya benar-benar tidak menyangka. Saya bersyukur kepada diri sendiri dan semua orang yang sudah berdiri di belakang saya."
Namun, bagi Aurellia, medali emas bukanlah bagian paling berharga.
"Jadi juara itu cuma lima menit. Tapi rasa bangga kepada diri sendiri dan kebanggaan orang-orang yang mendukung saya, itu bertahan lebih lama."
Kalimat itu menggambarkan bahwa kemenangan bukan sekadar soal medali, melainkan penghargaan atas seluruh proses yang telah dijalani.
Orang Tua adalah Kekuatan Terbesar
Di balik setiap pencapaiannya, Aurellia selalu menyebut nama kedua orang tuanya.
Ia merasa beruntung karena keluarganya tidak pernah menghalangi pilihannya menjadi atlet BMX Freestyle, bahkan menjadi pendukung paling setia sejak awal.
"Untungnya keluarga saya selalu mendukung."
Selain keluarga, ia juga menyebut tim BMX dan dirinya sendiri sebagai bagian penting dalam perjalanan hingga menjadi juara nasional.
Mimpi yang Belum Selesai
Meski sudah menyandang gelar juara nasional, Aurellia merasa perjalanannya baru dimulai.
Ia ingin terus berkembang, memperkuat kemampuan fisik dan mental, lebih rutin mengikuti kejuaraan, hingga suatu saat mampu bersaing di level internasional.
Mimpinya tidak hanya tampil di PON, SEA Games, atau bahkan Olimpiade, tetapi juga membanggakan kedua orang tua, memiliki nama di dunia BMX, menjadi inspirasi bagi atlet-atlet perempuan lainnya, dan suatu hari mempunyai fasilitas latihan sendiri.
Harapan untuk BMX Garut
Aurellia berharap keberhasilannya menjadi juara nasional dapat membuka mata banyak pihak bahwa BMX Freestyle memiliki potensi besar untuk berkembang di Garut.
Ia bermimpi suatu hari Garut memiliki BMX Park atau skatepark yang layak sehingga atlet tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk berlatih.
Selain itu, ia berharap pemerintah daerah memberi dukungan yang lebih nyata, termasuk menghadirkan kompetisi rutin setiap tahun sebagai wadah bagi atlet muda untuk berkembang.
Bagi perempuan yang masih ragu mencoba olahraga ekstrem, Aurellia memiliki pesan sederhana.
"Tetap semangat. Jangan takut untuk memulai. Mencoba akan selalu lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali."
Dari seorang anak yang mengikuti ayahnya ke skatepark, kini Aurellia telah menjadi juara nasional. Kisahnya membuktikan bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari tempat yang sederhana, selama ada keberanian untuk memulai dan keteguhan untuk terus melangkah. (*)