• 29 May, 2026

Wolfgank: Modern Hardcore Bandung dengan Taring “Serigala”

Wolfgank: Modern Hardcore Bandung dengan Taring “Serigala”

Mediamassa.id - Di sudut Kota Bandung yang tak pernah benar-benar tidur, di antara ruang-ruang latihan sempit, asap rokok, kabel ampli kusut, dan dengung feedback yang memekakkan telinga, lahir sebuah nama baru yang mulai menyiapkan taringnya untuk menggigit skena: Wolfgank.

Band ini terbentuk pada Februari 2026. Bukan lahir dari industri, bukan juga dari ambisi viral semata. Wolfgank muncul dari persilangan kepala-kepala keras yang punya frekuensi sama: memainkan hardcore dengan rasa yang lebih liar, lebih modern, tapi tetap menyimpan amarah jalanan yang mentah.

Formasi mereka diisi oleh Vaul pada vokal, Ibey dan Andy di lini gitar, serta Winny di belakang drum. Empat nama yang datang membawa latar, referensi, dan energi berbeda, lalu dilebur menjadi satu ledakan suara yang sulit dipaku dalam satu kotak genre.

Di tubuh Wolfgank, modern hardcore bertabrakan dengan hardcore punk klasik, thrash metal, hingga nuansa gelap yang kadang terasa seperti sirine perang. Pengaruh band-band seperti Turnstile, Madball, Megadeth, Torso, Habak, sampai Ghost terasa samar di balik riff-riff kasar dan pola beat yang berubah liar dari cepat, patah, hingga menghantam pelan dengan tekanan beatdown yang padat.

Tapi Wolfgank tidak sedang mencoba menjadi salinan siapa-siapa.

Mereka terdengar seperti sekumpulan anak kota yang tumbuh di tengah skena yang semakin penuh gimmick, lalu memilih berbicara lewat distorsi.

Single pertama mereka bertajuk “SERIGALA” menjadi pembuka perjalanan itu. Sebuah lagu yang mereka sebut sebagai “taring pertama”. Bukan sekadar lagu perkenalan, tapi semacam pernyataan sikap terhadap kondisi skena musik hari ini—tentang kepalsuan, tentang kebisingan yang kehilangan makna, tentang orang-orang yang lebih sibuk membangun citra dibanding membangun solidaritas.

Di balik sound yang agresif, Wolfgank justru mencoba membuat hardcore yang tetap mudah dicerna. Mereka memainkan komposisi yang fluktuatif: dari ledakan cepat, breakdown berat, distorsi kotor, hingga groove yang membuat kepala otomatis mengangguk. Musik mereka brutal, tapi tidak asal berisik.

Ada kemarahan yang disusun dengan sadar.

Dan mungkin itu yang membuat Wolfgank terasa berbeda. Mereka tidak datang membawa nostalgia skena lama, tapi juga tidak sepenuhnya tunduk pada tren modern hardcore yang serba steril. Musik mereka terasa seperti lorong gelap: kasar, padat, tapi tetap punya ruang untuk diteriakkan bersama-sama di depan panggung kecil yang sesak.

Saat ini Wolfgank tengah menyiapkan beberapa single untuk mini album perdana mereka. Sebuah rilisan yang kabarnya akan menjadi fondasi awal identitas mereka di jalur bawah tanah Bandung.

Belum banyak yang mereka tunjukkan ke publik. Tapi dari bagaimana mereka berbicara tentang musik, Wolfgank tampaknya tidak sedang mencari tempat nyaman.

Mereka sedang berburu.

Dan “SERIGALA” hanyalah awal dari suara lolongan pertama itu. (*)

Sumber: Wolfgank Official

Kontak & Media Sosial:
Instagram: @wolfgank_official
Contact Person: 0821-1654-2914