Jakarta, mediamassa.id - Badan Gizi Nasional menegaskan pentingnya komunikasi publik dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting agar program prioritas nasional tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengatakan program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga membutuhkan pemahaman publik yang kuat mengenai manfaat dan mekanisme pelaksanaannya.
“Program sebesar ini membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, pemerintah harus mampu membangun pemahaman publik yang baik mengenai tujuan, manfaat, dan mekanisme program,” ujar Khairul dalam kegiatan kuliah pakar Universitas Pertahanan yang digelar secara daring, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, strategi komunikasi publik dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari komunikasi interpersonal hingga pemanfaatan media digital. Pemerintah melibatkan kader, tenaga kesehatan, guru, serta tokoh masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat penyebaran informasi kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena masyarakat cenderung lebih mudah menerima informasi dari figur yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, media sosial juga dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan edukasi program MBG.
BGN saat ini aktif menggunakan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menyampaikan informasi terkait gizi, edukasi kesehatan, podcast, hingga perkembangan pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.
Khairul menilai perubahan pola konsumsi informasi masyarakat membuat pemerintah perlu hadir lebih aktif di ruang digital agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
“Media sosial menjadi instrumen penting untuk membangun engagement sekaligus memperluas edukasi gizi kepada masyarakat, terutama generasi muda,” katanya.
Selain memperkuat komunikasi digital, BGN juga terus melakukan berbagai kegiatan komunikasi publik sepanjang triwulan pertama 2026. Kegiatan tersebut mencakup publikasi berita, siaran pers, kerja sama media, workshop, konferensi pers, hingga penanganan isu strategis terkait MBG.
BGN menilai komunikasi publik yang cepat, terbuka, dan responsif menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
Menurut Khairul, pendekatan komunikasi berbasis sosial dan antropologi diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat serta meningkatkan efektivitas program gizi nasional dalam jangka panjang.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas. Program MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi bagian dari strategi pembangunan manusia Indonesia,” ujarnya. (*)
Sumber: Humas BGN