• 24 Jul, 2026

Nekronz, Suara Perlawanan Crustgrind dari Kota Baja Cilegon

Nekronz, Suara Perlawanan Crustgrind dari Kota Baja Cilegon

Mediamassa.id - Di balik dentuman blast beat, distorsi yang kasar, dan vokal yang penuh amarah, Nekronz membawa sesuatu yang lebih dari sekadar musik ekstrem. Band crustgrind asal Kota Baja, Cilegon, Banten, ini menjadikan musik sebagai medium untuk menyuarakan keresahan sosial, kritik terhadap ketidakadilan, sekaligus ruang bagi mereka yang merasa suaranya tak lagi didengar.

Nekronz lahir pada 2010 dari pertemuan dua musisi yang memiliki semangat serupa, Rhino dari Begravenis dan Opan dari Forehead. Keduanya dipersatukan oleh keinginan memainkan musik grindcore yang cepat, keras, dan jujur. Dari situlah nama Nekronz muncul, sekaligus menjadi awal perjalanan panjang mereka di skena musik bawah tanah Indonesia.

328604.jpg

"Bagi kami, grindcore bukan sekadar musik yang keras. Ini adalah cara menyampaikan apa yang kami lihat, rasakan, dan alami di sekitar kami," ungkap Rhino.

Berbekal materi ciptaan sendiri, Nekronz mulai tampil dari satu gig ke gig lainnya di kawasan Cilegon dan sekitarnya. Perlahan, nama mereka mulai dikenal di komunitas underground hingga akhirnya dipercaya terlibat dalam berbagai album kompilasi dan split CD bersama band-band lain.

Pencapaian penting datang ketika EP perdana mereka, Coruptolol, dirilis oleh Undergrinder Records di Polandia. Rilisan tersebut menjadi tonggak yang membawa nama Nekronz menembus jaringan musik ekstrem internasional.

"Ketika karya kami bisa dirilis di luar negeri, itu menjadi bukti bahwa musik underground Indonesia punya kualitas dan layak didengar siapa saja," kata Rhino.

Perjalanan selama lebih dari satu dekade tentu tak lepas dari perubahan. Formasi band beberapa kali berganti hingga kini menyisakan Rhino sebagai vokalis dan Uyung dari Hogwaste di posisi gitar. Untuk kebutuhan rekaman maupun penampilan panggung, mereka dibantu seorang additional drummer.

Meski personel berubah, karakter musik Nekronz tetap sama: kasar, cepat, penuh energi, dan tanpa kompromi.

Konsistensi mereka kembali dibuktikan melalui perilisan EP Huru Hara di bawah naungan MNW Records. Rilisan ini memperlihatkan identitas Nekronz yang semakin matang, baik dari sisi musikal maupun pesan yang ingin disampaikan.

Salah satu lagu yang menjadi perhatian adalah Keluh Kesah, single yang dipersiapkan sebagai pembuka menuju EP kedua mereka. Lagu tersebut berbicara mengenai keresahan masyarakat terhadap berbagai kebijakan yang dianggap lebih menguntungkan para elit politik dibanding rakyat.

"Lagu ini lahir dari apa yang kami lihat setiap hari. Banyak orang kecil yang terus menanggung beban, sementara mereka yang berkuasa seolah tak pernah benar-benar mendengar. Kami hanya menyuarakan kenyataan itu lewat musik," ujar Rhino.

Selain Keluh Kesah, Nekronz juga memperkenalkan lagu Kami Takkan Diam, yang membawa semangat serupa: perlawanan terhadap ketidakadilan dan keberanian untuk bersuara.

Menurut mereka, musik ekstrem tidak harus selalu dipahami sebagai kemarahan tanpa arah. Justru di balik tempo cepat dan suara yang bising, terdapat pesan yang ingin disampaikan secara lugas dan apa adanya.

"Kami ingin musik ini tetap membumi. Tetap dekat dengan realitas masyarakat. Kalau ada yang bisa merasakan hal yang sama melalui lagu-lagu kami, berarti tujuan kami tercapai," lanjutnya.

Di tengah perubahan tren musik yang terus bergerak, Nekronz memilih tetap berjalan di jalurnya sendiri. Mereka percaya bahwa kejujuran dalam berkarya jauh lebih penting daripada mengikuti arus.

Kini, selain telah merilis album Explosion of Human Waste, Nekronz juga terus menyiapkan karya-karya baru sebagai bentuk konsistensi mereka di skena underground. Semangat DIY, kritik sosial yang tajam, serta karakter musik yang mentah tetap menjadi identitas yang mereka pertahankan sejak awal berdiri.

Lebih dari 15 tahun perjalanan telah dilalui. Dari panggung-panggung kecil di Kota Baja hingga karya yang dirilis di luar negeri, Nekronz terus membuktikan bahwa musik ekstrem bukan sekadar soal kerasnya suara, tetapi juga tentang keberanian menyampaikan kebenaran, menyuarakan keresahan, dan tetap berdiri bersama mereka yang tak pernah berhenti melawan. (*)

Personel

  • Rhino (eks Begravenis / Napiroot) – Vokal
  • Uyung (Hogwaste) – Gitar
  • Additional Drummer

Diskografi Pilihan

  • Coruptolol (EP) – Undergrinder Records, Polandia
  • Huru Hara (EP) – MNW Records
  • Explosion of Human Waste (Album)

Lagu

  • Keluh Kesah
  • Kami Takkan Diam