Jakarta, mediamassa.id — Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali memberikan penghargaan kepada dua satuan tugas Korps Marinir atas keberhasilan operasi di Papua yang dinilai berhasil menekan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam Apel Komandan Satuan Tahun 2026 di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Jakarta, Senin (4/5/2026).
Dua satuan yang mendapat apresiasi ialah Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV dan Satgas Yonif 4 Marinir Gobang V yang bertugas di wilayah Papua dan Papua Barat Daya.
Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV disebut berhasil menguasai puluhan markas kelompok separatis di wilayah Maybrat. Dalam operasi tersebut, prajurit Marinir juga dilaporkan melumpuhkan sejumlah anggota kelompok bersenjata.
Sementara Satgas Yonif 4 Marinir Gobang V mendapat predikat satuan berkinerja terbaik dari Komando Operasi TNI Habema setelah berhasil mengamankan senjata api, amunisi, serta atribut separatis dalam operasi di Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire.
KSAL Laksamana Muhammad Ali menilai keberhasilan itu menjadi bukti kemampuan tempur prajurit Marinir sekaligus keberhasilan menjalankan pendekatan teritorial kepada masyarakat.
“Prajurit Marinir tidak hanya dituntut profesional dalam operasi militer, tetapi juga mampu hadir membantu masyarakat di wilayah penugasan,” ujar Ali dalam keterangannya.
Selain operasi pengamanan, prajurit Marinir juga menjalankan berbagai kegiatan sosial seperti pelayanan kesehatan gratis, pembangunan fasilitas ibadah, hingga pemasangan penerangan tenaga surya di sejumlah kampung.
Panglima Korps Marinir Letjen (Mar) Endi Supardi menyebut capaian tersebut sebagai bentuk dedikasi dan loyalitas prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Menurutnya, kehadiran aparat tidak hanya berorientasi pada operasi keamanan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat setempat.
“Prajurit harus menjadi pelindung sekaligus pengayom rakyat di daerah penugasan,” kata Endi.
Operasi yang dilakukan TNI AL melalui Korps Marinir disebut mengedepankan kombinasi pendekatan keamanan dan sosial guna menjaga stabilitas wilayah serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara. (*)
Sumber: Indonesiadefense.com