Mediamassa.id – Perjalanan sebuah band tidak selalu berakhir ketika seorang personelnya memutuskan mundur dari panggung. Ada yang memilih jeda, ada yang menempuh jalan hidup yang berbeda, tetapi tetap menyimpan ikatan dengan band yang pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya. Begitu pula dengan Andhika Fahmi a.k.a Ami Faith, gitaris T.U.T.A.B yang menjadi bagian penting dalam perjalanan band selama lebih dari satu dekade.

Ami bergabung ketika T.U.T.A.B memasuki fase baru setelah pergantian formasi di awal era 2000-an. Kehadirannya memberi warna baru di lini gitar, berduet dengan Denny "Emoh" dalam membangun karakter musik T.U.T.A.B yang semakin matang.
Jauh sebelum Angky bergabung mengisi posisi drum, Ami lebih dahulu menjadi bagian dari T.U.T.A.B. Pada masa itu ia bermain bersama Joy di balik perangkat drum, Bono sebagai vokalis, Emoh di gitar, serta Abach di posisi bass. Formasi tersebut menjadi salah satu fondasi penting perjalanan T.U.T.A.B memasuki milenium baru.

Ami ikut terlibat dalam proses kreatif sejumlah rilisan penting T.U.T.A.B. Dimulai dari Injak Balik yang dirilis pada 2002 melalui Tai Anjing Records, kemudian berlanjut pada Sepuluh Tahun Kemudian (2006). Ketika Angky bergabung sebagai drummer, Ami tetap menjadi bagian dari formasi yang terus menjaga produktivitas band hingga lahirnya We Still Stand Here pada 2015.
Tiga album tersebut menjadi bukti perjalanan panjangnya bersama T.U.T.A.B. Ia ikut melewati berbagai fase, mulai dari proses penulisan materi, latihan, rekaman, hingga tampil di berbagai panggung komunitas dengan semangat independen yang selalu menjadi identitas band.
"Yang saya nikmati di T.U.T.A.B bukan cuma soal bermain gitar. Di sini saya belajar tentang kebersamaan, proses, dan bagaimana sebuah band bisa bertahan karena saling percaya," ujarnya.
Di atas panggung, Ami dikenal sebagai gitaris yang melengkapi karakter permainan Emoh. Jika Emoh menjadi benang merah identitas musikal T.U.T.A.B sejak 1996, Ami menghadirkan lapisan permainan yang membuat aransemen lagu-lagu mereka terdengar lebih padat tanpa kehilangan karakter punk yang menjadi akar band.
Baginya, T.U.T.A.B bukan hanya tempat memainkan musik.
Band ini menjadi ruang belajar tentang loyalitas, kerja sama, dan arti persaudaraan yang dibangun melalui perjalanan panjang.
Namun seiring berjalannya waktu, tanggung jawab di luar musik semakin besar. Aktivitas pekerjaan dan kehidupan pribadi membuat Ami akhirnya memilih hiatus dari T.U.T.A.B.

Keputusan tersebut bukan lahir karena konflik ataupun perbedaan pandangan. Ia hanya memasuki fase kehidupan yang menuntut perhatian lebih besar di luar dunia musik.
Kini, Ami lebih banyak mencurahkan waktunya untuk mengembangkan usaha yang dirintisnya. Di sisi lain, ia juga memilih memperdalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai pijakan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Perubahan itu tidak membuatnya melupakan perjalanan panjang bersama T.U.T.A.B.
"T.U.T.A.B tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Mungkin sekarang saya tidak lagi aktif bermain bersama, tetapi hubungan dengan teman-teman tetap baik. Itu yang paling penting," tuturnya.
Bagi personel T.U.T.A.B, pilihan Ami untuk fokus mengembangkan usaha sekaligus memperkuat kehidupan spiritual merupakan keputusan yang mereka hormati. Dalam perjalanan panjang sebuah band, setiap orang memiliki fase dan prioritas yang berbeda.

Yang terpenting, persaudaraan yang telah dibangun selama bertahun-tahun tetap terjaga.
Kontribusi Ami mungkin kini tidak lagi terlihat di atas panggung. Namun jejaknya akan selalu menjadi bagian dari sejarah T.U.T.A.B melalui keterlibatannya dalam album Injak Balik (2002), Sepuluh Tahun Kemudian (2006), hingga We Still Stand Here (2015), tiga karya yang menjadi tonggak penting perjalanan band menuju usia tiga dekade.
Karena sejarah T.U.T.A.B tidak hanya dibangun oleh mereka yang masih aktif hingga hari ini, tetapi juga oleh mereka yang pernah memberikan tenaga, waktu, dan dedikasinya untuk menjaga api itu tetap menyala. (*)
Sumber: Wawancara mediamassa.id bersama personel T.U.T.A.B dan dokumentasi perjalanan band, 2026.